Kompetisi KJI dan KBGI 2014
Universitas Muhammadiyah Malang
Kompetisi KJI dan KBGI 2014
Universitas Muhammadiyah Malang

Peraturan Kompetisi

Dalam Peraturan Kompetisi ini beberapa hal berikut harus diketahui dan diperhatikan oleh Peserta:

 

1)       Bangunan gedung yang dimaksud dalam Kompetisi ini adalah suatu struktur bangunan rangka 3 (tiga) dimensi yang saling terikat satu sama lain yang berdiri di atas tumpuan/perletakan/pondasi.

 

2)       Fungsi bangunan gedung adalah sebagai rumah tinggal, berbahan kayu, dan mampu memikul beban gempa yang disimulasikan sebagai beban statik ekivalen 2 (dua) siklus (dorong dan tarik) dan diaplikasikan sebagai beban lateral terpusat di bagian atas bangunan.

3)       Lantai adalah komponen horisontal struktur bangunan berupa bidang datar dan berfungsi sebagai penyokong beban vertikal (gravitasi) dan sebagai pengikat elemen balok dan kolom.

 

 

4)       Peserta adalah Peserta Kompetisi yang secara sah telah didaftar oleh Panitia untuk mengikuti aktivitas Kompetisi.

 

5)       Dewan Juri adalah Tim Juri yang ditunjuk secara sah oleh Panitia yang bertugas melakukan penilaian/evaluasi terhadap hasil karya Peserta dalam Kompetisi.

 

6)       Penilaian/evaluasi adalah kegiatan penilaian/evaluasi kelayakan terhadap hasil karya Peserta Kompetisi berdasarkan kriteria dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Panitia.

 

7)       Site plan adalah lapangan (ruang) kerja yang dibatasi oleh garis- garis batas yang terikat oleh Peraturan Kompetisi berukuran 4,5 m x 4,5 m.

 

8)       Model bangunan gedung adalah bangunan gedung yang dibuat dengan dimensi/ukuran yang lebih kecil (miniatur) dibandingkan dengan ukuran bangunan sebenarnya (prototipe) dengan skala 1:6.

 

9)       Model bangunan gedung adalah bangunan gedung/rumah kayu yang dibuat lebih kecil dari ukuran bangunan sebenarnya. Ukuran model bangunan gedung, dengan ukuran denah: 1,0 m x 1,5 m (sisi luar ke sisi luar), tinggi 2 lantai, yang merupakan simulasi dari ukuran bangunan gedung yang sebenarnya, dengan ukuran denah: 6,0 m ´ 9,0 m (sisi luar ke sisi luar), tinggi 2 lantai, sehingga segala aspek untuk perencanaan maupun pelaksanaannya harus mengacu seperti bangunan dengan ukuran sebenarnya.

 

10)   Model bangunan gedung dibuat atau dirakit per komponen dari kondisi awal yang betul-betul masih terurai yang disiapkan untuk 2 lantai, dan untuk selanjutnya dibuat menjadi satu rangkaian struktur bangunan utuh dengan dinding dan atap.

 

 


11)   Penutup atap sekurang-kurangnya terdiri dari 4 bidang yang terpisah. Rangka kuda-kuda boleh disiapkan maksimal sebagai struktur rangka bidang (bukan rangka ruang 3D).

 

12)   Di dalam menyiapkan komponen utama struktur bangunan khususnya komponen BALOK dan KOLOM, Peserta HARUS mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, dimana panjang maksimal balok kayu yang dijual di pasaran adalah 4,0 m atau 400 cm. Model bangunan yang dibuat berskala = 1 : 6. Dengan demikian jika suatu komponen struktur bangunan (Balok dan Kolom) memiliki panjang lebih dari 66 cm, maka harus dibuat/ada SAMBUNGAN, karena panjang balok kayu model (skala 1:6) maksimum adalah 66 cm. Banyaknya sambungan disesuaikan dengan panjang komponen struktur yang disambung, dan Peserta           diberikan kebebasan di dalam menetapkan lokasi/posisi  dari sambungan komponen Balok dan Kolom tersebut. Untuk komponen selain balok dan kolom Peserta diberikan kebebasan di dalam menetapkan perlu atau tidaknya sambungan. Artinya panjang komponen boleh lebih dari 66 cm tanpa sambungan.

 

13)   Sistem sambungan dan alat sambung untuk elemen Kolom dan Balok dapat dipersiapkan sebelumnya oleh Peserta, hanya saja pelaksanaan penyambungan dari komponen struktur bangunan (Balok dan Kolom) yang memerlukan sambungan HARUS dilakukan pada saat kompetisi, yang waktu pelaksanaannya turut diperhitungkan dalam bagian waktu Kompetisi.

 

14)   Komponen Kolom yang memiliki total panjang untuk bangunan 2 (dua) lantai sebesar 120 cm tidak boleh dibuat menerus untuk 2 (dua) lantai sekaligus, namun harus dibuat dengan sambungan.

 

15)   Komponen Balok dalam arah memanjang dan memendek dari bangunan juga tidak boleh dibuat menerus sekaligus, namun harus dibuat dengan sambungan.

16)   Demikian pula penyambungan elemen kolom ke lantai dasar dilakukan di lokasi Kompetisi, dan di dalam penyambungan komponen ini tidak boleh menggunakan sepatu/voute (komponen penyambung yang menyebabkan terjadinya pembesaran penampang kolom di atas permukaan lantai dasar), dan tidak boleh menggunakan balok penghubung/pengikat antar kolom pada level lantai dasar yang berupa balok sloof atau tie beam.

 

17)   Penyambungan elemen kolom ke lantai dasar tidak diijinkan dilakukan dengan melubangi lantai dasar hingga seluruh ketebalan lantai dasar (menembus hingga permukaan atas landasan beton).

 

18)   Elemen struktur portal bangunan (komponen balok dan kolom) harus masih dalam keadaan terurai, tidak boleh disiapkan sudah dalam bentuk portal baik berupa portal bidang maupun portal ruang. Perakitan struktur portal dilakukan di site plan pada saat Kompetisi.

 

19)   Komponen lantai dasar pada awal Kompetisi masih dalam keadaan utuh/polos. Sebelum kompetisi dimulai, komponen lantai dasar tidak boleh ada lubang (dilubangi) maupun tidak boleh dipasang stek untuk penyambung kolom. Plat dasar harus bersih, tidak boleh ada lubang, baut dan paku atau komponen penyambung lainnya. Komponen lantai dasar akan disiapkan oleh Panitia dalam kondisi sudah terpasang di site plan. Komponen lantai dasar yang disiapkan oleh Panitia ini memiliki kondisi fisik dan kualitas yang sama untuk seluruh Peserta. Berat komponen lantai dasar ini akan diperhitungkan dalam berat bangunan secara keseluruhan, untuk mana Panitia menetapkan berat dari komponen lantai dasar ini adalah 11,5 kg. Sehingga berat bangunan maksimal di luar lantai dasar adalah sebesar 58,5 kg.

 

20)   Peserta diperbolehkan (sangat dianjurkan) untuk melakukan/ membuat kreasi dalam membuat sistem  sambungan komponen kolom dengan plat/lantai dasar. Penanganan penyambungan komponen kolom ke lantai dasar dilakukan sepenuhnya hanya pada saat Kompetisi, sehingga waktu untuk pelaksanaan penyambungan akan turut diperhitungkan.

 

21)   Pada umumnya sistem sambungan antar komponen kayu tidak bersifat kaku (jepit) sempurna. Kondisi sambungan yang demikian ini akan baik apabila diperhitungkan di dalam perencanaan (analisis) struktur agar kondisi aktual dari sambungan tersebut terakomodasi di dalam modelisasi sistem strukturnya. Dengan demikian diharapkan respon struktur dari hasil analisis dapat mendekati kondisi aktual.

 

22)   Pada permukaan atas dari lantai dasar HARUS dibuat terlebih dahulu garis-garis tanda batas (tidak boleh menggunakan mal) oleh Peserta sendiri pada saat Kompetisi sebagai batas dari bangunan serta posisi dari kolom-kolom bangunan, yang bertujuan untuk memudahkan di dalam pemasangan dan perakitan bangunan. Di dalam membuat garis-garis tanda batas ini hendaknya Peserta memperhatikan petunjuk teknis yang diberikan di dalam Panduan terkait dengan ukuran bangunan yang dikompetisikan. Sehingga untuk keperluan tersebut Peserta harus mempersiapkan sendiri alat bantu, antara lain meteran dan mistar-penggaris, pensil/spidol, dan lain-lain.

 

23)   Pada saat Kompetisi, ketika komponen lantai dasar sudah ditempatkan/diletakkan pada tempat yang sudah disiapkan oleh Panitia, maka lantai dasar yang akan dipergunakan/difungsikan sebagai pondasi tidak boleh diangkat atau dipindahkan/digeser- geser oleh Peserta.

 

24)   Pada saat pekerjaan penyambungan komponen kolom ke lantai dasar dilakukan, Peserta tidak boleh mengangkat dan/atau membalikkan lantai dasar. Lantai dasar harus diam/tetap di tempatnya.

 

25)   Alat sambung komponen struktur yang boleh dipergunakan oleh Peserta adalah HANYA pasak dari kayu/bambu dan/atau paku dan/atau perekat (lem). Dilarang menggunakan alat sambung yang berupa rivet, baut, dan/atau plat buhul dan alat sambung yang lainnya.

 

26)   Peserta tidak boleh menggunakan elemen bresing (bracing) untuk pengaku lateral bangunan, termasuk perkuatan struktural pada panel dinding yang mengakibatkan pembesaran dimensi balok dan/atau kolom. Kekakuan lateral bangunan lebih mengandalkan kekakuan struktur portal (open frame).

 

 

27)   Posisi/level bawah dari permukaan/bidang atap harus berada di atas level kabel sling yang akan dipergunakan untuk pengujian beban horisontal (lihat petunjuk Gambar) agar bagian atap bangunan terhindar dari modifikasi/pemotongan oleh Panitia.

 

28)   Obyek yang menempel/melekat secara permanen pada bangunan akan diperhitungkan beratnya dalam berat bangunan, sementara obyek lain yang bersifat mobile tidak diperhitungkan dalam komponen        berat bangunan, misalnya: furniture/mebeuler, lukisan.

 

29)   Peserta HARUS memasang balok-balok anak dengan ukuran yang proporsional untuk memperkuat kekakuan lantai. Orientasi atau arah serta jumlah dan ukuran balok anak ini bisa ditentukan sendiri oleh Peserta.

 

30)   Peralatan bantu yang digunakan untuk perakitan bangunan hanya diperbolehkan dari peralatan manual/mekanik. Peserta DILARANG menggunakan peralatan-peralatan elektrik/elektronik maupun pneumatik.

 
Shared: